Weekend ceria

Weekend kemarin ngapain aja kita?
Dari pagi sampai sore keliling-keliling tanpa mandi. Hihihi.. Jorok banget yak! Soalnya niat awal cuma mau ke Simpang Dago cari sarapan. Eh malah bablas sampe sore. -_-”
Jadi kemana aja kita?
Gasibu
Setelah sempat sarapan bubur ayam di Simpang, diperjalanan pulang suami bilang “mau liat dalemnya Gasibu”. Yowis, berhentilah kita cari parkir. Dan pulangnya dapet oleh-oleh.

20130121-194154.jpg
Sandal depan harganya masing-masing Rp. 15ribu, yang belakang 15ribu dapat 2 pasang. Lumayan buat sandal rumah. πŸ˜€
Dan ini: TUTUT (3ribu/bungkus)

20130121-194448.jpg

Ciwidey
Lagi-lagi ditengah perjalanan pulang suami berubah pikiran, “kita ke Ciwidey yuk!”
Berbekal informasi dari internet (Tiket masuk ke kawah putih berkisar Rp. 15.000), GPS, dan uang tunai Rp. 150.000, berangkatlah kami ke Ciwidey, hampir 3 jam perjalanan. Sepanjang Perjalanan menuju Kawah putih – Ciwidey, kami disuguhi pemandangan-pemandangan yang baguus. Sayang ngga bawa kamera, jadi cukup puas photo-photo pakai henpon. Ternyata di sekitar Kawah putih banyak juga resort-resort dan penginapan bagus loh.

20130121-195236.jpg

20130121-195307.jpg

20130121-195347.jpg

20130121-195412.jpg

20130121-195428.jpg

Akhirnyaa, sampai juga di gerbang objek wisata Kawah putih.

20130121-195745.jpg

Tiket masuk ternyata Rp. 17.000 x 3 orang dewasa = Rp. 51.000. Cukup lah yaa..
Tapi, belum termasuk parkir kendaraan roda 4 Rp. 150.000.
Saya: Yaaah.. Ngga cukup yang uangnya, cuma ada cash 150ribu nih.
Suami: (tanya petugas tiket) Mbak, bisa debit ngga?
Mbak tiket: ngga bisa Pak. Atau kalau mau bapak bisa parkir dibawah, baik keatas pakai ontang-anting (kendaraan angkut khusus ke kawah putih). Biayanya Rp. 25ribu/ orang.

Iya sih, uangnya cukup buat naik ontang-anting keatas. Tapi trus nanti turunnya kita mesti jalan kaki gitu?

Ya sudah, mau ngga mau kita mesti putar balik dan turun cari ATM dulu.
Dan dimana letak ATM terdekat? Hampir 20 Km saja saudara-saudara. Udahlah keburu laper, dan males balik lagi, ditambah mulai gerimis. Kamipun melanjutkan perjalanan kembali ke Bandung.
Yah, yang penting kan udah tau kawah putih itu ada dimana. Lain kali bisa kembali kesana rame-rame sekalian.

Paskal food market
Setelah batal masuk ke Kawah putih, tujuan kami selanjutnya adalah cari tempat makan (yang ada ATM nya). Sempat bingung mau makan dimana, akhirnya pilihan kami Pasir Kaliki Food Market, dengan pertimbangan pilihan makanan nya banyaak. Jadi, tempat ini semacam foodcourt, tempatnya outdoor dan luas. Pilihan makannya beragam, dari mulai jajanan macam yoghurt cisangkuy, tahu gejeot, batagor, pempek, dll. Sampai makanan berat macam steak cikawao, mie kocok, nasi campur, sop buntut, dan masih banyaak yang lainnya.
Saya pilih mie kocok, suami pilih nasi campur, adik saya pilih fetucini. Rasanya ya lumayan lah. Harganya juga termasuk murah. Mie kocok special Rp. 19ribu, Nasi Campur lengkap Rp. 37ribu, Fetucini cheese & mushroom sauce Rp. 24ribu. Tambahannya Jus tebu Rp. 12ribu.

20130121-202516.jpg

Lagi-lagi makanannya lupa diphoto karena kalap kelaperan. πŸ˜€
Biarpun ngga jadi photo-photo di Kawah putih, kami tetap senang bisa menghabiskan weekend bersama-sama.
Pelajaran yang diambil:
Jangan lupa selalu sedia uang cash.

20130121-202811.jpg

20130121-202843.jpg

20130121-202900.jpg

20130121-202927.jpg

20130121-203316.jpg

3

12 Responses

  1. ndutyke
    January 21, 2013
    • indahmumut
      January 21, 2013
      • ndutyke
        January 21, 2013
        • indahmumut
          January 21, 2013
          • ndutyke
            January 21, 2013
          • indahmumut
            January 21, 2013
  2. santril
    January 22, 2013
    • indahmumut
      January 22, 2013
  3. danirachmat
    January 30, 2013
    • indahmumut
      January 30, 2013
  4. Vera
    February 20, 2013
    • indahmumut
      February 20, 2013

Leave a Reply

%d bloggers like this: